Showing posts with label hidroponik. Show all posts
Showing posts with label hidroponik. Show all posts

Friday, August 21, 2015

Cara Menyemai Benih biji Agar Cepat Tumbuh

Langkah Cara menyemai benih agar cepat tumbuh kurang dari 24 jam.
Pertama-tama kita siapkan dulu benih-benihan yang akan kita tanam atau kita semai. Setiap tumbuhan umumnya mempunyai benih-benihan untuk memperbanyak diri. Buah-buahan bahkan sayuran pun punya benihnya sendiri. Ukuran benih pun bermacam-macam, ada yang besar bahkan ada yang sangat kecil seperti biji sayur bayam atau biji selada.

1.  Siapkan Benih dan Wadah / Tempat Penampung.  
Benih yang Aku pakai adalah benih sayuran kangkung. Kangkung memiliki benih yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Ukurannya seperti biji buah jeruk.
Benih Aku masukkan kedalam wadah plastik bekas pembungkus makanan yang sudah tidak terpakai. Lagi lagi konsep Re-Use ya.. Lumayan loh daripada jadi sampah begitu aja. Wadah plastik sudah di lubangi bagian atasnya menggunakan cutter dengan ukuran yang tidak besar. Ini berguna untuk meniriskan Air.
farming.sunupermana.com - bibit sayuran kangkung

2.  Cuci dan Pilih Benih yang Terbaik.
Setelah si benih sudah dimasukkan ke wadah, tuangkan air kedalamnya sampai membuat si benih tenggelam. Terus lihat, adakah benih yang mengambang / mengapung? kalau ada, ambil dan sisihkan. Karena benih yang terbaik adalah benih yang tidak mengapung. Begitu kata Bapak-ku. hehe
Sudah disisihkan yang mengapung? sekarang gosok-gosok atau di aduk-aduk (kayak lagi nyuci beras) biar kotoran si kangkung tadi rontok dan benihpun jadi bersih. Jika air sudah mulai kotor, saatnya wadah kita balik dan kita tiriskan / saring (karena bagian atas wadah tadi bolong untuk ngeluarin si airnya). Kalau kamu mencuci benih yang berukuran kecil seperti sawi atau selada atau bayam, ada baiknya ditiriskan menggunakan saringan teh ya, soalnya si benih ukurannya kecil banget.
farming.sunupermana.com - bibit sayuran kangkung dicuci dan di tiriskan
Isi Air, Cuci hingga kotoran hilang, ditiriskan (bukan di jemur)
Ganti dengan air baru dan cuci lagi hingga bersih. Sampai tidak ada kotoran lagi yang melekat. Benih kangkung harus beberapa kali dicuci karena ada kotoran yang menempel.

3.  Rendam benih yang sudah bersih.
Jika sudah benar-benar bersih, masukkan air bersih hingga benih tenggelam. Nah air yang dimasukkan bisa juga pakai air yang hangat-hangat kuku atau anget dikit (jangan air mendidih, nanti benihnya mateng ga jadi tumbuh deh).
farming.sunupermana.com - Benih sayuran kangkung dicuci hingga bersih kemudian direndam air
Benih dicuci hingga bersih kemudian direndam air bersih


Simpan benih kangkung yang sudah terendam tadi beserta wadah penampungnya ke tempat yang tidak terkena matahari langsung. Proses penyimpanan ini berfungsi agar benih lebih cepat tumbuh atau berakar.
Oiya, proses perendaman benih di air bersih atau air hangat bertujuan melunakkan cangkang atau kulit luar dari benih tersebut, agar akar yang ada di dalam benih dapat lebih mudah menembus keluar dari cangkang . Alhasil, tumbuhan akan lebih cepat berakar bahkan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Kita tunggu keesokan harinya, dan lihat apa yang terjadi.


HASIL:
Setelah 6 Jam berlalu, benih mulai terlihat perkembangannya:
farming.sunupermana.com - Benih sayuran kangkung sudah mulai tumbuh
Kulit Benih mulai pecah-pecah dan beberapa sudah mulai tumbuh


Benih yang direndam 6 jam sudah menunjukkan perkembangannya. Kulit benih sudah mulai terlihat pecah-pecah, pertanda kulit mulai empuk dan mudah untuk ditembus oleh akar tanaman. Beberapa benih malah terlihat sudah muncul bakal daun. Sungguh perkembangan yang pesat. Setelah proses ini, kita tiriskan air yang kita pakai untuk merendam. Biarkan benih yang sudah mulai pecah-pecah itu tanpa air.


Setelah Waktunya tepat Benih mulai muncul kecambah-kecambah yang siap untuk ditanam ke media tanam.
farming.sunupermana.com - benih sayuran kangkung berkecambah 

sumber: http://farming.sunupermana.com

Cara Memindah Tanaman ke Metode Hidroponik

Cara menanam konvensional sudah sering kita terapkan, yaitu menanam ditanah menggunakan media sekam bakar, cocopeat, pupuk kandang dan sebagainya. Sudah bosen atau belum bosen tapi pengen nyoba cara nanam dengan metode lainnya? Hidroponik jawabannya. Hidroponik adalah menanam tanpa tanah.

Terus gimana caranya memindah tanaman yang sudah terlanjur tumbuh di tanah atau media lain yang tidak menggunakan metode Hidroponik? Begini Stepnya:

1.  Siapkan tanaman yang akan kamu pindah. Pastikan tanaman kamu sehat dan tidak layu atau sudah mati. Soalnya kalau sudah mati, ya sama aja ga bisa ditanam lagi dong. :D hehe
farming.sunpermana.com - Tanaman Belum Menggunakan Metode Hidroponik

2.  Pilah tanaman yang sudah cukup kriteria (jika tanaman masih berusia muda). Karena tanaman yang aku pakai itu masih kecil, jadi harus dipilih dan dipilah. Pilihlah Tanaman yang sudah memiliki daun sejati (3-4 helai daun).
Karena jika masih muda, ada baiknya kamu menyiapkan tempat yang cukup besar untuk ditumbuhkan hingga memenuhi syarat. Karena jika tempat tanam terlalu sempit, tumbuhan tidak akan tumbuh dengan maksimal.
farming.sunpermana.com - Media Pembibitan 2

3.  Keluarkan tanaman dari media tanam sebelumnya. Tanaman harus dikeluarkan dari media tanam sebelumnya karena akan dipindahkan ke media tanam baru. Gunakan alat bantu untuk mencongkel atau mengeluarkan bibit / tanaman. Pastikan tidak ada akar yang tercabut atau putus saat pemindahan. 
farming.sunpermana.com - Congkel Tanaman
Congkel tanaman hingga ke bagian dasar media tanam, agar akar tanaman tidak rusak dan terputus. Aku pilih obeng dengan ujung pipih untuk membantu proses pencongkelan. Setelah tanaman berhasil dikeluarkan dari media tanam sebelumnya.

4. Bersihkan akar tanaman dari sisa-sisa media tanam. Akar tanaman harus dibersihkan dari sisa media sebelumnya. Agar penyakit atau hama yang ada di media sebelumnya tidak mengkontaminasi media tanam Hidroponik. Hati-hati saat membersihkan media tanam yang melekat. Karena tidak semua media tanam mudah untuk dibersihkan. Jika terlalu keras sewaktu membersihkannya, akar bisa aja copot looh.
farming.sunpermana.com - Tanaman dan akar sudah bersih
Tips mudahnya, angkat tanaman beserta tanahnya, masukkan ke air dalam wadah, cuci perlahan bagian akarnya hingga semua tanah terlepas dari akar.

5.  Siapkan Penjepit atau Media untuk “menancapkan” tanaman ke dalam metode hidroponik. Aku pilih media lembaran spons tipis (biasanya digunakan untuk lapisan tas atau perabot). Kenapa lembaran spons? Bisa pakai media lain ga? Bisa aja. Pakai Flanel bisa juga. Aku pilih pakai spons, karena yang dirumah adanya itu. Gunakan prinsip Re-Use ya biar irit.

Cara Memotong dan Memasang Lembaran Spons untuk Metode Hidroponik
Lembaran Spons dipotong kurang lebih sepanjang jari kelingking, dengan lebar sekitar 2 cm. Kemudian potong sedikit disalah-satu ujung.  Potongan ini digunakan untuk menjepit si tanaman. (liat nomor 1)
Jepitkan tanaman ke bagian spons yang sudah di potong. (liat nomor 2)
Lipat bagian spons hingga bagian potongannya menjadi sumbu atau garis lipatnya. Kemudian gulung (seperti roll cake / kue gulung) dengan lembut alias tidak kenceng-kenceng. Ini dimaksudkan agar tanaman terjepit dengan cukup tapi tidak kekencengan. (liat nomor 3)

6. Tanamkan kedalam media tanam atau wadah tanam hidroponik. Tanaman siap dipindahkan ke netpot atau media lain yang telah disiapkan.
Hidroponik - Netpot Hidroponik
Tancapkan dengan mantap kedalam lobang hingga kencang dan penuh. Kalau masih longgar tambahkan lagi spons kesisi sekitarnya. pastikan akar menjuntai kebawah hingga menyentuh air dibawah.

7. Mulai tahap ini, tanaman sudah harus mendapatkan nutrisi hidroponik. Nutrisi hidroponik yang dapat Anda gunakan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, apakah tanaman sayuran, buah, atau bunga.
 Hidroponik - Tanaman Kecil 

8. Panen. Setelah kurang lebih 2 bulan sejak semai benih atau biji, sekarang tanaman yang Anda tanam dengan teknik hidroponik sudah dapat dipanen. Masing-masing tanaman memiliki masa panen yang berbeda.














































Hidroponik - NFT (Nutrient Film Technique)
Hidroponik - Wick System / Sistem Sumbu